Ban Dual Purpose Swallow SB117

ban sb117

Cukup waktu lama untuk mendapatkan ban ini, mencoba cari dibeberapa toko di sekitar Solo stok kosong. Titip temen di Semarang kosong juga, dan akhirnya malah dapat di toko kecil daerah Sragen. Memang ban ini lagi “inn“, banyak sekali rekan-rekan CB dan japstyle mengaplikasikan ban ini karena model kembangannya yang gahar.
Saya pribadi memimilih ban SB117 bukan karena sekedar modelnya, tetapi fungsi  menyesuaikan kebutuhan berkendara yang bervariasi antara offroad dan onroad. Ban ini bertipikal dual purpose, cukup tangguh di offroad dan tetap nyaman di onroad.
Ban produksi Delitire ini adalah tipe tubeless, tersedia untuk ring 17 dan ring 18. Pada masing-masing ring tersebut tersedia ukuran 100/80 dan 120/80. Saya memilih tipe ring 17 menyesuaikan velg ukuran standar dari motor saya, Yamaha Vixion. Ditebus dengan harga Rp. 630.000,- untuk satu set ban ini, harga yang masih  terjangkau untuk ukuran kantong saya.
Sudah 5 bulanan ban ini terpasang di motor saya. Dengan pemakaian kurang lebih 3.000an km untuk kondisi offroad maupun onroad perubahan permukaan ban belum berkurang signifikan. Ban ini menggunakan soft compound, sehingga dimungkinkan kembangan karet pada permukaan ban cenderung lebih cepat terkikis. Kontur kotak-kotak mengakibatkan sedikitnya permukaan ban yang bersentuhan dengan aspal sehingga traksinya berkurang. Untuk itu perlu diimbangi dengan pemilihan kompon yang lembut. Dan karena itulah ban ini tidak cocok untuk rekan pengendara yang menyukai kecepatan tinggi dan aksi cornering.
Untuk penggunaan di medan onroad dengan kondisi kering tidak dirasakan kendala sama sekali.  Sedangkan kondisi jalan basah berair, khususnya untuk kecepatan diatas rata-rata normal, traksi ban mengalami penurunan. Selain dengan menjaga kestabilan kecepatan, pada kondisi seperti ini sangat terbantu dengan menurunkan tekanan angin sehingga permukaan ban yang menempel diaspal akan lebih luas.

Foto Kondisi aspal basah perjalanan Solo-Bumiayu
Foto Kondisi aspal basah perjalanan Solo-Bumiayu

Dalam kondisi offroad gravel ban ini sangat nyaman dan stabil. Jarak dinding ban yang cukup tinggi mampu meredam benturan dengan gravel. Perlu diperhatikan pula tekanan angin untuk menjaga permukaan ban bersentuhan dengan medan gravel.

Foto  Kondisi gravel, jalan turun dari Pantai Timang
Foto Kondisi gravel, jalan turun dari Pantai Timang

Begitu juga ada kondisi offroad lumpur ban ini cukup bisa diandalkan. Kontur kotak-kotak ban mampu memberikan traksi cukup untuk medan seperti ini, walaupun garukan-nya mungkin tidak semaksimal dengan ban pacul. Tetapi kunci penting untuk berkendara pada medan seperti ini selain memperhatikan tekanan ban,  adalah dengan menjaga roda  belakang tidak kehilangan traksi melalui cara menggeber gas stabil pada posisi putaran rendah  3.000-4.000 rpm.
Kesimpulan akhir adalah dengan harga yang terjangkau ban ini cocok pengendara motor pecinta adventure yang tidak hanya melulu di jalur onroad, tetapi offroad juga. Mengikuti fungsi dual purpose, tidak cocok untuk pengendara yang menyukai kecepatan tinggi dan suka dengan aksi cornering walaupun secara modelnya menambah kesan gahar pada motor. Bagaimanapun juga fungsi lebih penting daripada penampilan.

Iklan