Arsip Kategori: City

TOUR MERAH-PUTIH MEMAKNAI KEMERDEKAAN RI

Menjadi kegiatan rutin bagi kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia memperingati hari kemerdekaan Indonesia di setiap tanggal 17 Agustus. Hari kemerdekaan yang ke-69 RI kebetulan jatuh di hari Minggu. Sudah sejak lama meng-arrange tour dalam rangka memperingati hari kemerdekaan di tahun ini. Apabila mengikuti spanduk-spanduk yang terpampang diinstansi mungkin tour kali ini temanya seperti adalah “Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, kita syukuri kemerdekaan negeri kita dengan tour menikmati keindahan dan kekayaannya.” He :D..terlalu maksa ya..

Sesuai dengan tema, dalam tour kali ini mengambil titik persinggahan menarik yang berkaitan dengan peningkatan nasionalisme. Dengan mengambil waktu 2 hari, sabtu-minggu semua obyek berada di Jawa Timur. Persinggahan itu antara lain :

1. Trowulan

Merupakan bagian dari kabupaten Mojokerto dan berada di jalur utama menuju arah Surabaya. Di trowulan terdapat ratusan situs peninggalan Majapahit.  Diduga kuat pusat pemerintahan kerajaan Majapahit berada disini sesuai yang ditulis oleh  Mpu Prapanca dalam kitab Kakawin Nagarakretagama. Melalui beberapa situs yang tersisa kita bisa mengagumi kejayaan Majapahit di masa lampau. Menurut Negarakertagama, kekuasaannya terbentang di Jawa, Sumatra, Semenanjung Malaya, Kalimantan, hingga Indonesia timur.  Salah satu bukti betapa luar biasa nenek moyang kita. Bangsa ini sebenarnya mempunyai potensi sumber daya manusia yang tangguh.

Surya Majapahit, sinbol umum yang sering ditemui pada situs peninggalan Majapahit. (Sumber : wikipedia.org)
Surya Majapahit, sinbol umum yang sering ditemui pada situs peninggalan Majapahit. (Sumber : wikipedia.org)

2. Bromo

Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut yang berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Keindahan Bromo tak habis untuk dinikmati. Melihat sunrise Bromo dari bukit Pananjakan, Pasuruan menjadi obyek wisata yang sangat diminiati oleh para wisatawan, hingga terkenal di mancanegara. Sungguh salah satu anugerah yang luar biasa untuk negeri kita ini.  Alam yang dapat kita lihat secara langsung  di negeri ini sudah luar biasa, apalagi kalau mampu mengeksplorasi kekayaan yang berada didalamnya, tentunya dengan bijaksana memperhatikan keseimbangannya.

3. Blitar

Kota Blitar terkenal sebagai tempat dimakamkannya Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Selain disebut sebagai Kota Patria, kota ini juga disebut sebagai Kota PETA (Pembela Tanah Air) karena di bawah kepimpinanan Suprijadi, Laskar PETA melakukan perlawanan terhadap Jepang untuk pertama kalinya pada tanggal 14 Februari 1945 yang menginspirasi timbulnya perlawanan menuju kemerdekaan di daerah lain. Melalui kota ini dapat kita kenang kembali perjuangan para pahlawan dan juga para pendiri bangsa ini.

Presiden pertama RI, Ir Soekarno dimakamkan di Blitar
Presiden pertama RI, Ir Soekarno dimakamkan di Blitar

Disamping melakukan tour untuk meningkatkan nasionalisme, berikut kesempatan tes beberapa gear yang mungkin bermanfaat bagi rekan petualang berkendara. Dan juga informasi rute dan jalur yang dilewati serta pengalaman lain ditulis pada post yang berbeda.

Iklan

Menyusuri wisata di sepanjang jalur pantura rembang

Berkunjung ke Rembang rasanya kurang lengkap apabila tidak sekaligus meng-eksplorasi wisata di wilayah kota garam ini. Keluar dari area Jamda sekitar jam 8 pagi, setidaknya saya memiliki 5 jam untuk bisa mengunjungi beberapa tempat menarik di Rembang. Dari berbagai tempat wisata yang ada, saya hanya singgah di beberapa tempat di sepanjang jalur Pantura saja karena terbatasnya waktu. Berikut beberapa tempat wisata di sepanjang jalur Pantura Rembang dari barat sampai ke timur yang mungkin bisa menjadi inspirasi apabila anda sempat melintas atau berkunjung ke sana :

1.  Klenteng Mak Co (Tjoe Hwie Kiong)

Apabila dari arah Semarang ke Surabaya setelah Jembatan Sungai Karanggeneng ke kiri, sebelum masuk arah Tempat Pelelangan Ikan anda akan menemui Sebuah Klenteng yang menghadap ke Sungai. Klenteng tersebut adalah Klenteng Mak Co. Keistimewaan kelenteng ini adalah adanya dua menara kembar yang disebut Kie Kwa yang tidak dijumpai pada kelenteng lain. Dua menara kembar Kie Kwa seringkali berfungsi sebagai penunjuk arah bagi para nelayan. Dan menurut informasi dari salah seorang penjaga klenteng ini bahwa posisi klenteng ini memiliki feng shui yang sangat bagus. Karena berada persis diantara pertemuan arus sungai dan laut.

Dan menariknya lagi, setiap 10 tahun sekali Klenteng ini mengadakan acara ulang tahun secara besar-besaran. Di hadiri peserta dari berbagai daerah,mengadakan kirab di seputar Kota Rembang. Beruntung di tahun 2011 silam saya bersama Dokter KristiantoBW sempat hunting foto mengabadikan momennya.

Wisata Rembang (28)

Klenteng Mak Co (Tjoe Hwie Kiong)
Klenteng Mak Co (Tjoe Hwie Kiong)

2. Pelabuhan Karanggeneng

Tepat di sebelah Klenteng Mak Co kita akan menemui banyak sekali kapal-kapal yang berlabuh. Pada jaman dahulu sebagai bagian dari Kerajaan Mataram Kartasura, tempat ini memiliki peran penting dari segi ekonomi. Karena pelabuhan ini sangat ramai khususnya untuk penjualan dan pengangkutan kayu. Secara geografis pelabuan ini memiliki lokasi yang tepat, karena meiliki dasar laut yang cukup dalam dan bebas dari pembekuan air laut serta gelombang laut kecil. Selain itu terhubung langsung dengan sungai yang cukup luas. Di sekitar sini kita dapat mengabadikan berbagai macam kapal tradisional kayu, serta melihat aktifitas para nelayan.

Kapal-kapal berada persis di bahwah jembatan sungai Karanggeneng
Kapal-kapal berada persis di bahwah jembatan sungai Karanggeneng
Banyak kapal berjejer di sepanjang suangai Karanggeneng
Banyak kapal berjejer di sepanjang suangai Karanggeneng
Jemuran Jalan para Nelayan
Jemuran Jalan para Nelayan

3. Tempat Pelelangan IkanTasik Agung

Menyusuri sekitar jalan Karanggeneng ke utara kita akan temui TPI Tasik Agung. Saya tiba disana sekitar jam 12 siang. Aktifitas sangat ramai sekali. Beberapa ikan hasil tangkapan nelayan dipisah-pisahkan dalam keranjang. Oleh Pemerintah Daerah setempat TPI dikelola secara maksimal untuk mewujudkan TPI Tasik Agung sebagai TPI terbesar di Jawa Tengah.

Wisata Rembang (72)

Tempat Pelelangan Ikan Tasik Agung
Tempat Pelelangan Ikan Tasik Agung

4. Kuliner Mangut Merica

Masih di sekitar Karanggeneng, dekat dengan Klenteng Mak Co bisa kita temui warung kuliner khas Rembang yakni Mangut Merica. Masakan ini menyajikan ikan Manyung dengan bumbu pedas merica.  Bagian kepala sering dipakai untuk menyajikan masakan ini, memiliki kepuasan tersendiri bagi penikmatnya.

Karena saya sendiri tidak suka dengan jenis masakan ikan laut, maka tidak sempat mencobanya. 😀

Masakan khan rembang mangut merica. Sumber : www.google.com
Masakan khan rembang mangut merica. Sumber : http://www.google.com

5. Oleh-oleh syrup Kawista Rembang

Keluar dari area Karanggeneng, sampai dengan Jalan Raya Diponegoro, disebelah kanan jalan akan kita temui salah satu pusat oleh-oleh khas Rembang. Produk terkenalnya adalah syrup khas Rembang dari buah Kawis dengan merk Cap Dewa Burung. Selain itu dapat anda beli juga limun Kawis. Syrup ini memiliki bau yang sangat khas. Dan saat kita minum baunya serasa masih menempel awet di hidung kita. Disini tidak hanya menjual syrup kawista saja, tetapi juga dapat anda temui aneka camilan khas Rembang.

Syrup dan Limun Kawista cap Dewa Burung
Syrup dan Limun Kawista cap Dewa Burung
Syrup Cap Dewa Burung berada di sebelah Hotel Antika
Syrup Cap Dewa Burung berada di sebelah Hotel Antika
Tidak hanya tersedia syrup
Tidak hanya tersedia syrup

6. Pantai Dampo Awang

Mengikuti jalan Diponegoro ke arah timur sebelum tugu Adipura sebelah kiri jalan akan kita temui Pantai Dampo Awang. Di Pantai ini dapat kita temui berbagai wahana air dan kolam renang. Selain itu disediakan panggung hiburan. Tetapi yang menarik dari panti ini adalah wisata sejarahnya. Disana terdapat Jangkar raksasa yng oleh masyarakat sekitar dikenal sebagai jangkar Dampo Awang. Konon ceritanya, pada saat Sam Phoo Khong berlayar di laut Jawa dalam rangka ekspedisi ke Selatan, kapalnya di terjang gelombang besar hingga rusak berat. Rantai jangkar kapal itu terlepas dan terdampar di Rembang, sedangkan layarnya tertiup angin topan yang akhirnya jatuh di pantai Bonang yang sekarang terkenal sebagai batu layar.

Terdapat beberapa bungalow di sekitar Pantai Dampo Awang
Terdapat beberapa bungalow di sekitar Pantai Dampo Awang
Hari Minggu ramai liburan keluarga
Hari Minggu ramai liburan keluarga
Jangkar Raksasa Dampo Awang
Jangkar Raksasa Dampo Awang

7. Pantai Caruban

Menyusuri Jalur Pantura di sekitar Rembang ke arah timur, setelah masuk wilayah Lasem disebelah kiri akan ada penanda arah Pantai Caruban, disebut juga dengan Pantai Gedong. Pantai ini masih tergolong baru, belum banyak wahana ataupun fasilitas pelengkap seperti halnya Pantai Dampo Awang. Karenanya tidak terlalu ramai dan pemandangannya masih begitu asri. Di sekitar pantai dapat kita temui beberapa warung makanan yang harganya juga tidak mahal.

Tekstur pasir caruban sangat lembut
Tekstur pasir caruban sangat lembut
Warung di sekitar pantai Caruban
Warung di sekitar pantai Caruban
PTidak terlalu ramai oleh pengunjung walaupun di hari libur
Tidak terlalu ramai oleh pengunjung walaupun di hari libur

8. Kampung Wisata Batik Lasem

Di jalur yang sama menyusuri Jalan Raya Lasem akan kita temui kampung wisata Batik Lasem. Lasem dikenal pula sebagai “Tiongkok kecil” karena merupakan kota awal pendaratan orang tionghoa di tanah Jawa dan terdapat perkampungan tionghoa yang sangat banyak. Sampai saat sekarang masih banyak kita temui arsitektur kuno di perkampungan tersebut. Salah satu arsitektur yang terkenal adalah Lawang Ombo. Sayang sekali waktu berkunjung disana kondisinya masih tertutup untuk pengunjung walaupun sudah ditetapkan sebagai cagar budaya. Menurut info salah satu anggota YVCI Rembang, tempat ini pernah digunakan sebagai uji nyali di stasiun televisi. Oleh pemerintah daerah Lasem dikelola sebagai Kampung Wisata Batik, karena Lasem memiliki  ciri khas tersendiri untuk batik pesisir yang indah dengan pewarnaan yang berani.

Jalan masuk menuju Kampung Wisata Batik Lasem
Jalan masuk menuju Kampung Wisata Batik Lasem
Salah satu sudut arsitektur tua Kmapung Lasem
Salah satu sudut arsitektur tua Kampung Lasem

Demikian beberapa lokasi wisata yang dapat anda singga di sepanang jalur pantura Rembang. Masih ada beberapa tempat menarik lainnya tetapi tidak sempat untuk disinggahi. Salah satunya wisata bersejarah adalah monumen dan makam Ibu Kita Kartini yang berada jauh dari jalu pantura, yakni jalur ke arah Blora. Semoga catatan ini bisa menjadi inspirasi bagi anda. 🙂